Translate

Tampilkan postingan dengan label Cancar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cancar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2014

ALL ABOUT WEST PLUS



Yuk… nyasar di Flores
21-30 November 2014 [10H9M]
Rp. 8.000.000.-

21 November 2014 [termasuk makan malam]

  • Penjemputan di bandara Aroeboesman – Ende
  • Air terjun Aeporo


22 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Sunrise di Kelimutu
  • Rumah adat suku Lio di Wologai
  • Rumah pengasingan Bung Karno selama 1934 – 1938
  • Taman perenungan Bung Karno tempat datangnya inspirasi Pancasila
  • Pantai Nanganesa

23 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Rumah retret Mataloko
  • Desa adat Bena
  • Mata air panas Malanage

24 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Pembuatan moke di Aimere
  • Danau Ranamese
  • Air terjun Cunca Kantor Ranamese
  • Kathedral Ruteng

25 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Golo Curu, tempat tertinggi di Kota Ruteng
  • Spider web rice field

26 November 2014 [termasuk makan siang dan malam]

  • Atraksi tari dan musik Manggarai
  • Trekking ringan ke Wae Satar [mata air] dan Liang Kantor [air terjun]
  • Gua Batu Cermin

27 November 2014 [termasuk makan pagi, siang dan malam]
Wisata bahari [naik kapal, island hopping, snorkeling] di Taman Nasional Komodo  :

  • Pink Beach.
  • trekking ringan di Pulau Rinca , salah satu habitat hewan komodo.
  • Pulau Kelor [bila waktu masih ada].

28 dan 29 November 2014 -  trekking dan kemping Gunung Mbeliling [termasuk makan pagi, siang dan malam]

30 November 2014 [termasuk makan pagi]

  •  menikmati fasilitas hotel sampai tiba saatnya check-in di bandara Komodo.
  • pengantaran ke bandara Komodo – Labuan Bajo

Harga Rp 8.000.000,- / pax
Meliputi :
  • Penjemputan dan pengantaran di dan ke bandara
  • Penginapan
  • Mobil untuk perjalanan darat
  • sewa angkutan di Labuan Bajo [pergi pulang ke pelabuhan, makan malam dan trekking starting point]
  • Ranger di Pulau Rinca
  • Trekking guide di Gunung Mbeliling
  • Tiket masuk Taman Nasional Kelimutu, Taman Nasional Komodo
  • Atraksi tari dan musik Manggarai
  • Donasi di desa adat dan rumah pengasingan Bung Karno
  • Sewa tenda
  • Makan  sesuai itinerary
  • Air putih selama wisata
  • Tip untuk supir dan awak kapal
Tidak termasuk :
  • Tiket penerbangan ke dan dari Flores
  • Laundry di penginapan
Cara pembayaran :
Tahap I Rp. 3.000.000,- paling lambat 10 September 2014
Tahap II Rp. 2.700.000,- paling lambat 10 Oktober 2014
Tahap III Rp. 2.300.000,- paling lambat 10 November 2014

Tertarik dan ada waktu? Silakan mendaftar.

Atau lebih tertarik jika tanpa trekking dan kemping di Mbeliling? informasi selengkapnya ada di  ALL ABOUT WEST.

Atau waktu terbatas dan ingin trip 3 hari 2 malam ?  Informasi selengkapnya ada di CULTURE RICHNESS, WEST INSIDE, EXOTIC KELIMUTU CRATER atau SIMPLY KOMODO DRAGON


Ada juga trip-trip kurang dari 1 minggu. Silakan klik  WEST INSIDE atau CULTURE RICHNESS


Atau sudah sering mengunungi Flores dan mencari trip yang berbeda? Masih di bulan November, kami mengadakan trip ke Wae Rebo bertepatan dengan perayaan Penti di sana. Trip ini dirangkai dengan wisata bahari ke Taman Nasional Riung 17 pulau. Informasi selengkapnya ada di WAE REBO'S PENTI PLUS
 

Sabtu, 02 Agustus 2014

ALL ABOUT WEST



Yuk… nyasar di Flores
21-28 November 2014 [8H7M]
Rp. 6.500.000,-
[jumlah minimal peserta 5 orang]

21 November 2014 [termasuk makan malam]

  • Penjemputan di bandara Aroeboesman – Ende
  • Air terjun Aeporo 

22 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Sunrise di Kelimutu
  • Desa  adat Suku Lio di Wologai
  • Rumah pengasingan Bung Karno selama 1934 – 1938
  • Taman perenungan Bung Karno tempat datangnya inspirasi konsep Pancasila
  • Pantai Nanganesa

23 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam] 


  • Rumah retret Mataloko
  • Desa adat Suku Ngada di Bena
  • Mata air panas Malanage

24 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Pembuatan moke di Aimere
  • Danau Ranamese
  • Air terjun Cunca Kantor Ranamese
  • Kathedral Ruteng


25 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Golo Curu, tempat tertinggi di Kota Ruteng
  • Spider web rice field

26 November 2014 [termasuk makan siang dan malam]

  • Atraksi tari dan musik Manggara
  • Trekking ringan ke Wae Satar [mata air] dan Liang Kantor [air terjun]
  • Gua Batu Cermin

27 November 2014 [termasuk makan pagi, siang dan malam]
Wisata bahari [naik kapal, island hopping, snorkeling] di Taman Nasional Komodo :
  • Pink Beach
  • trekking ringan di Pulau Rinca, salah satu habitat hewan komodo
  • Pulau Kelor [bila masih ada waktu].

28 November 2014 [termasuk makan pagi]

  • menikmati fasilitas hotel sampai tiba saatnya check-in di bandara Komodo.
  • pengantaran ke bandara Komodo – Labuan Bajo

Harga Rp 6.500.000,- / pax
Meliputi :
  • Penjemputan dan pengantaran di dan ke bandara
  • Penginapan
  • Mobil untuk perjalanan darat
  • sewa angkutan di Labuan Bajo [pergi pulang ke pelabuhan dan makan malam]
  • Kapal untuk wisata bahari
  • Ranger di Pulau Rinca
  • Tiket masuk Taman Nasional Kelimutu, Taman Nasional Komodo dan semua tempat wisata
  • Atraksi tari dan musik Manggarai
  • Donasi di desa-desa adat dan rumah pengasingan Bung Karno
  • Makan sesuai itinerary
  • Air putih selama wisata
  • Tip untuk awak kapal dan supir
Tidak termasuk :
  • Tiket penerbangan ke dan dari Flores
  • Laundry di penginapan

Cara pembayaran :
Tahap I Rp. 2.300.000,- paling lambat 10 September 2014
Tahap II Rp. 2.200.000,- paling lambat 10 Oktober 2014
Tahap III Rp. 2.000.000,- paling lambat 10 November 2014

Tertarik dan ada waktu? Silakan mendaftar.

Masih ada waktu lebih untuk menjelajahi Flores? Silakan mengikuti trip ini dan sisakan waktu  2 hari lagi hingga 30 November untuk trekking dan camping di Gunung Mbeliling. Informasi selengkapnya ada di ALL ABOUT WEST PLUS .

Kalau waktu libur kurang dari 1 minggu, trip ini dapat diikuti sebagian saja. Informasi selengkapnya ada di CULTURE RICHNESS, WEST INSIDE, EXOTIC KELIMUTU CRATER atau SIMPLY KOMODO DRAGON

Atau sudah sering mengunungi Flores dan mencari trip yang berbeda? Masih di bulan November, kami mengadakan trip ke Wae Rebo bertepatan dengan perayaan Penti di sana. Trip ini dirangkai dengan wisata bahari ke Taman Nasional Riung 17 pulau. Informasi selengkapnya ada di WAE REBO'S PENTI PLUS


Senin, 24 Maret 2014

Lingko, kearifan lokal dalam membagi hak olah tanah




Ini bukan sawah biasa. Tidak ada garis-garis sejajar yang dibentuk oleh pematang-pematang sawahnya. Pematang-pematang sawah juga bukan tidak membentuk  garis-garis tidak beraturan. Perhatikan foto di sebelah kanan ini. Garis-garis pematang dari arah kanan menuju satu titik imajiner di sebelah kiri. Ini adalah sawah di daerah Manggarai, Flores.
Ada 3 tempat tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Manggarai, yaitu  rumah, kampung dan tanah pertanian atau perkebunan. Pada ketiga tempat ini pola lingkaran terlihat jelas. Rumah tradisional berbentuk kerucut dengan dasar berbentuk lingkaran.Bila dilihat dari bawah, kerangka kayu yang menyusun atap rumah terlihat seperti sarang laba-laba juga.
Kampung tradisional juga membentuk pola lingkaran. Di bagian tengah kampung terdapat  compang, yaitu altar batu tempat persembahan kepada Tuhan dan leluhur. Semua rumah menghadap ke arah compang. Foto di sebelah kanan adalah salah satu kampung tradisional Manggarai yaitu Waerebo. Terlihat ada 7 buah rumah berbentuk kerucut yang mengelilingi compang yang juga berbentuk lingkaran.
Yang terakhir adalah  tanah pertanian dan perkebunan. Di samping ini adalah foto bentuk sawah yang dengan area pandang yang lebih luas dibandingkan foto di atas.  Bentuknya berupa lingkaran-lingkaran konsentris dengan dengan satu titik pusat dan garis-garis lurus dari titik pusat ke luar membentuk jari-jari lingkaran. Seperti sarang laba-laba. 
Foto ini diambil di Desa Cancar, tidak jauh dari Kota Ruteng. Ada satu tempat di desa ini  yang letaknya di ketinggian sehingga petak-petak sawah berbentuk sarang laba-laba terlihat jelas. Dalam bahasa Manggarai petak-petak sawah sarang laba-laba ini disebut lingko. Paling sedikit ada 11 lingko terlihat dari tempat ini.


Lingko merupakan tanah adat  untuk memenuhi kebutuhan bersama. Bentuk lingko yang unik ini merupakan wujud pembagian hak olah tanah secara adat. Pembagian dimulai dari pusat lingkaran yang disebut lodok. Di lodok ini tetua adat membagi tanah dengan menggunakan jarinya sebagai alat ukur. Hasil ukur ditandai pada  batang kayu yang berdiri di tengah lodok. Kemudian ditarik garis lurus dari tanda-tanda di batang kayu  ke arah luar hingga batas terjauh tanah adat. Itulah pembagian hak olah tanah yang akhirnya menghasilkan bentuk sarang laba-laba.

Bentuk sarang laba-laba ini tidak hanya terjadi pada tanah persawahan, tetapi juga pada tanah perkebunan. Pada perkebunan, garis-garis pembagian tidak terlihat jelas seperti pada sawah karena tertutup oleh rimbunnya tanaman kebun yang relatif lebih tinggi dibandingkan padi. Namun bentuk ini masih bisa dilihat melalui citra satelit. Gambar di sebelah ini merupakan gambar yang didapat melalui Google Earth. Pada gambar ini terlihat sekurangnya 5 lingko dengan pusat yang ditunjuk oleh tanda panah merah.

Manggarai memang memiliki tanah subur. Produksi beras di lingko-lingko di seluruh Flores selalu surplus tiap tahunnya. Perkebunan coklat, cengkeh, kopi, kapuk dan kemiri tersebar di seluruh Manggarai.

Tertarik nyasar di perkampungan petani Manggarai, melihat keunikan bentuk pembagian hak olah tanahnya dan berbincang-bincang dengan mereka sambil menikmati kopi luwak dan coklatnya? Atau nyasar di pematang-pematang lingko dan melihat upacara awal masa tanam di lodok? Yuk...nyasar di Flores bersama kami.