Translate

Tampilkan postingan dengan label nyasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyasar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Agustus 2014

YUK...NYASAR DI FLORES




Akhir November 2014 

Pulau Flores terdiri atas beberapa kabupaten yang dihuni oleh 8 suku bangsa. Topografi Pulau Flores yang dipenuhi banyak gunung, bukit dan lembah membuat suatu wilayah sulit dijangkau dari daerah lainnya. Kondisi ini menciptakan keragaman budaya yang luas. Masing-masing suku bangsa memiliki tata masyarakat yang berbeda, tata ruang desa yang berbeda dan budaya yang berbeda juga. Selain itu, tiap wilayah diperkaya oleh keindahan alam yang berbeda juga. Perlu waktu yang cukup panjang untuk menelusuri dan menikmati keunikan dan keindahan semua wilayah di Pulau Flores. Tidak banyak orang Indonesia yang mendapatkan waktu cuti cukup panjang sehingga cukup waktu untuk menelusuri Pulau Flores dari ujung barat hingga ujung timur dalam sekali kunjungan. Karena itu, Yuk… nyasar di Flores membuat beberapa trip khusus untuk menelusuri Pulau Flores belahan barat pada akhir bulan November ini. Pembagian belahan barat dan belahan timur dibuat dengan patokan Kota Ende yang letaknya kira-kira di tengah-tengah Pulau Flores. Belahan barat terdiri atas 6 kabupaten dan dihuni oleh suku-suku Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Ende Lio.

Trip ALL ABOUTWEST dimulai dari Ende dan berakhir di Labuan Bajo selama 8 hari 7 malam. Termasuk di dalamnya adalah Trip EXOTIC KELIMUTU CRATER LAKE [3 hari 2 malam] dan Trip SIMPLY KOMODO DRAGON [3 hari 2 malam]. Kedua trip pendek ini bisa diikuti tersendiri, bila hanya mempunya waktu berlibur pendek. Sebaliknya, bila sudah pernah melakukan salah satu atau kedua trip pendek ini dan tidak ingin mengulanginya, ada pilihan trip CULTURE RICHNESS [7 hari 6 malam, tanpa Kelimutu] dan trip WEST INSIDE [6 hari 5 malam, tanpa Kelimutu dan Komodo]. Bagi peminat wisata khusus trekking dan camping, ada trip ALL ABOUT WEST PLUS  dengan tambahan 2 hari ke Gunung Mbeliling di wilayah Manggarai Barat. 

Punya waktu di akhir November 2014 dan berminat ke Flores?  Yuk… nyasar di Flores
Silakan pilih trip yang sesuai sesuai dengan waktu Anda.


ALL ABOUT WEST   21-28 November 2014  - Rp. 6.500.000,-

ALL ABOUT WEST PLUS    21 – 30 November 2014  -  Rp. 8.000.000,-

EXOTIC KELIMUTUCRATER LAKE   21- 23 November 2014 – 1.900.000,-

CULTURE RICHNESS   21 – 27 November 2014 – Rp.  5.100.000,-

WEST INSIDE   22-27 November 2014  - Rp. 4.300.000,-

SIMPLY KOMODO DRAGON    26 – 28 November 2014   -  Rp. 2.400.000,-

Semua harga yang tercantum adalah harga GROUND TOUR. Untuk informasi lengkap tiap trip, silakan klik trip di  atas  atau hubungi 


Sudah sering mengunungi Flores dan mencari trip yang berbeda? Masih di bulan November, kami mengadakan trip ke Wae Rebo bertepatan dengan perayaan Penti di sana. Trip ini dirangkai dengan wisata bahari ke Taman Nasional Riung 17 pulau. Informasi selengkapnya ada di WAE REBO'S PENTI PLUS

WAE REBO'S PENTI PLUS



Yuk… nyasar di Flores
14 – 21 November 2014
[hanya untuk 2 orang….siapa cepat, dia dapat]





Tentang Wae Rebo

Wae Rebo merupakan salah satu desa di Manggarai yang masih mempertahankan tata ruang desa dan bentuk rumah-rumah adatnya. Terdiri atas 7 buah rumah yang berbentuk kerucut dengan daya tampung 30 hingga 40 orang. Hingga tahun 2012, desa ini nyaris tidak dikenal orang Indonesia termasuk yang tinggal di Flores, karena letaknya yang terpencil. Wae Rebo mulai dikenal orang Indonesia ketika UNESCO memberikan penghargaan atas usaha konservasi warisan budaya, setelah dilakukan renovasi rumah-rumah adat di dalamnya.

Terletak di sebuah lembah yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan gunung-gunung. Desa ini tidak bisa dijangkau dengan kendaraan.  Untuk mencapainya, satu-satunya cara adalah dengan trekking menembus hutan, mendaki bukit-bukit dan menyeberangi sungai selama 3 hingga 4 jam.  Memang melelahkan, namun kelelahan itu akan terbayarkan begitu tiba di Wae Rebo. Keindahan dan keteduhan desa, keramah-tamahan penduduknya akan menghilangkan segala kelelahan dalam perjalanan.

Tentang Penti

Pekerjaan utama masyarakat Manggarai adalah petani, karena itu masa tanam menjadi dasar penanggalan mereka. Tahun baru menjadi saat untuk mulai  menanam. Pada saat inilah diselenggarakan Penti, yaitu upacara adat pergantian tahun. Dalam perayaan ini, masyarakat mengungkapkan rasa syukur atas panen yang didapat selama setahun dan memohon berkat untuk bagi kesuburan pertanian di tahun yang akan datang. Perayaan Penti merupakan moment penting bagi kehidupan masyarakat Manggarai. Keunikannya memuliki daya tarik tersendiri bagi orang lain di luar Manggarai.

Manggarai merupakan wilayah yang luas dan memiliki cuaca dan kondisi tanah yang berbeda-beda  sehingga jenis tanaman juga berbeda-beda. Karena itu perayaan Penti jatuh pada saat yang berbeda  untuk tiap wilayah yang berbeda. Di Wae Rebo, Penti dirayakan pada tanggal 16 November tiap tahun.

Menyaksikan Penti di Wae Rebo memberikan 2 keistimewaan, yaitu melihat keindahan serta keunikan desa Wae Rebo dan melihat upacara yang hanya diselenggarakan 1 kali dalam satu tahun.  Berdasarkan kejadian di tahun –tahun sebelumnya, upacara Penti di Wae Rebo selalu diminati. Desa Wae Rebo menjadi sangat ramai. Karena itu Yuk…nyasar di Flores hanya bisa mengajak 2 orang untuk mengikuti perayaan  ini.

Tentang Plus
Kata plus dalam trip ini merujuk pada tambahan tujuan wisata selain Penti di Wae Rebo, yaitu wisata bahari di Taman Nasional Riung 17 pulau dan beberapa tempat wajib kunjung di Flores.

Program

14 November 2014 [termasuk makan siang, malam]

  •   Penjemputan di bandara Komodo – Labuan Bajo
  •   Menginap di Ruteng


15 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Spider web rice field
  • Perjalanan dari Ruteng menuju Dintor dengan mobil
  • Trekking dari Dintor menuju Wae Rebo


16 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Perayaan Penti di Wae Rebo


17 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Trekking dari Wae Rebo ke Dintor
  • Perjalanan dari Dintor ke Ruteng dengan mobil
  • Kathedral dan Red Chapel di Ruteng
  • Menginap di Ruteng


18 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  •  Danau Ranamese
  •  Cunca Kantor Ranamese
  • Pembuatan moke di Aimere
  • Desa adat Bena
  • Menginap di Bajawa


19 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Keliling kota Bajawa
  • Mata air panas Mangeruda
  • Riung 

20 November 2014 [termasuk makan pagi, siang, malam]

  • Wisata bahari di Taman Nasional Riung 17 pulau
  • Menginap di Ende


21 November 2014 [termasuk makan pagi]

  • Pengantaran ke bandara



Harga Rp 5.100.000,- / pax

Meliputi :
  • penjemputan dan pengantaran di dan ke bandara
  • makan sesuai itinerary
  • penginapan
  • mobil untuk perjalan darat
  • kapal untuk wisata bahari
  • wae lu’u [uang duka cita] di Waerebo
  • air putih selama wisata
  • tiket masuk Taman Nasional Riung 17 pulau
  • tip untuk awak kapal dan supir
Tidak termasuk :
  • tiket pesawat dari dan ke Flores
  • sewa perlengkapan snorkeling 
  • laundry di penginapan

Cara pembayaran :
Tahap I Rp. 1.800.000,- paling lambat 4 September 2014
Tahap II Rp. 1.700.000,- paling lambat 4 Oktober 2014
Tahap III Rp. 1.600.000,- paling lambat 4 November 2014

Tertarik dan ada waktu? Silakan segera mendaftarkan diri.  

Atau mencari trip lain yang tidak terlalu melelahkan? Setelah trip ini berakhir, kami juga mengadakan beberapa trip ke tempat-tempat wajib kunjung di Flores. Silakan melihat informasi selengkapnya di ALL ABOUT WEST, ALL ABOUT WEST PLUS, CULTURE RICHNESS, WEST INSIDE, SIMPLY KOMPODO DRAGON, EXOTIC KELIMUTU CRATER



Senin, 28 Juli 2014

Waerebo yang mendunia lebih dahulu sebelum meng-Indonesia






Waerebo adalah sebuah perkampungan di sebuah lembah dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Manggarai Flores. Untuk mencapainya perlu pendakian sejauh 9 km dari Denge, kampung terdekat. Pendakian melewati jalan tanah merah dengan pengerasan di antara perkebunan cengkeh, kopi dan kemiri,  menyeberangi sungai dan anak sungai, mendaki Gunung Poco Roko dan menuruni lembahnya, meniti bibir jurang, menembus hutan yang tidak terlalu rapat. Memang menguras tenaga. Tapi semua orang yang pernah melaluinya, mengakui bahwa jerih payahnya terlupakan  begitu tiba di perkampungan.

(Berita terakhir : Pada bulan November 2014, tampak tanda-tanda ruas jalan tanah merah di antara perkebunan akan dikeraskan. Batu-batu kali besar-besar sudah ditata di sepanjang jalan ini. Jika pembangunan jalan ini selesai, berarti bagian terberat ini dapat ditempuh dengan berkendaraan)




Kesejukan, keindahan dan keteduhan perkampungan inilah yang melenyapkan semua kelelahan pendakian sekitar 3-4 jam (tergantung kecepatan dan kondisi fisik). Masyarakat yang bersahabat dan menganggap pendatang sebagai keluarganya sendiri, kesejukan dan kebersihan udaranya dan suasana desa yang teduh bagaikan sumber energi baru bagi jiwa. 


Kampung Waerebo berisi  7 bangunan rumah adat berbentuk kerucut yang semuanya menghadap altar penyembahan kepada nenek moyang (compang) di tengah desa. Rumah adat terbuat dari kayu dengan atap jerami dan  rumput kering. Usaha beberapa ahli arsitektur dan donatur untuk memulihkan keunikan tata ruang kampung dan ketujuh bangunan rumah adatnya bebrapa tahun yang lalu membuahkan penghargaan tertinggi (Award of Excellence) dari UNESCO untuk konservasi situs warisan budaya pada tahun 2012. Sejak itulah Waerebo mulai dikenal orang Indonesia. Bukan salah tulis. Memang itulah kenyataannya. Orang Indonesia mulai mengenal Waerebo baru beberapa tahun belakangan ini. Sementara sejak tigapuluhan tahun yang lalu, orang Eropa sudah menjadikan Waerebo salah satu tujuan wisata mereka di Indonesia. Waerebo memang tempat indah yang sudah mendunia sebelum orang Indonesia mengenalnya.




Salah satu rumah adat di kampung ini dikhususkan bagi wisatawan. Rumah ini memang bukan hotel berbintang, tapi siapapun yang menginap di Waerebo akan mendapat bonus memandang pendaran  jutaan bintang di langit yang bebas dari polusi cahaya lampu. Waerebo adalah sebuah resort dengan perbukitan subur sebagai halamannya.

Tidak ada bath tub atau shower di sana. Sebagai gantinya ada sungai berair jernih dan sejuk dengan pemandangan indah di sekitarnya serta 3 buah pancuran alami dari mata air yang dapat diminum langsung. Selain itu, tersedia juga 2 buah toilet dan 1 kamar mandi beratap kayu dan ilalang di samping rumah. Tidak perlu kuatir dengan kebersihannya. 

Tidak ada room services, tapi keramahtamahan penduduknya dan sikap bersahabat mereka yang menganggap setiap pendatang sebagai keluarganya sendiri tidak akan dijumpai di hotel manapun. 

Tertarik melihat keagungan bangunan-bangunan yang  mendunia  dan merasakan sensasi menjadi warga Waerebo selama 1 hari 1 malam? Yuk...nyasar di Flores bersama kami.