Translate

Tampilkan postingan dengan label sikka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sikka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

Murusobe, air terjun kembar



Murusobe merupakan sepasang air terjun  yang jatuh dari ketinggian kira-kira 100 meter dengan sudut kemiringan hampir 90 derajat. Tanpa terhalang oleh tebing atau pepohonan, air yang terjun ini terlihat lurus dari kejauhan seperti 2 bilah bambu. Karena itulah, air terjun ini diberi nama Murusobe. Muru dalam bahasa Lio berarti terjun. Sobe berarti lurus seperti bilah bambu.

Debit air terjun meningkat saat musim penghujan. Begitu derasnya air terjun ini sehingga sulit diabadikan gambar kedahsyatannya di musim penghujan. Karena cipratan airnya memantul sangat jauh dan akan membasahi kamera. Selain itu, aliran air yang deras juga berbahaya karena dapat menghanyutkan apapun yang dilaluinya.


2 air terjun kecil dan titian bambu
sebelum Murusobe
Murusobe terletak di pelosok Kabupaten Sikka di balik hutan hujan tropis yang cukup padat. Murusobe dapat dijangkau dari dua arah yaitu dari selatan dan dari utara melalui perjalanan panjang dan berat. Dari selatan dimulai dari Lekebai yang berada di jalan propinsi antara Maumere dan Ende. Dilanjutkan dengan perjalanan melalui beberapa desa dengan jalan  penuh lubang, tanpa lapisan aspal di banyak tempat, dan beberapa kali menyeberangi aliran anak sungai.
Aliran air dari Murusobe hingga Desa Poma
Kendaraan harus berhenti di Desa Poma dan dilanjutkan dengan trekking melewati jalan setapak, menyusuri dan menyeberangi sungai serta meniti jembatan kayu.






Desa Poma di perjalanan menuju air terjun


Murusobe di balik hutan.
 Bunyi terjunnya air dari ketinggian 100 meter terdengar dari jauh
Dari utara biasanya dirangkai dengan  trekking ke  Tiwu Sora setelah bermalam di Deturia. 

Tertarik nyasar di Murusobe dan melihat serta merasakan kedahsyatan curahan serta cipratannya? Yuk...nyasar di Flores bersama kami.
 Maumere-Kaliwajo : 35 km (jalanan aspal)
- Kaliwajo- Pertigaan Loke : 12 km (jalan aspal, batu dan tanah)
- Pertigaan Loke - Desa Poma ( SD Inpres Detunaka) : sepeda motor 1 jam (jalan tanah dan batu)
- Desa Poma - Air Terjun Murusobe : trekking 30 menit - See more at: http://www.jelajahbumipapua.com/home.php?link=content-detail-tulis&kode=170&jdl=Murusobe..Air.Terjun.Terbalut.Kearifan.Lokal#sthash.s0GqgSwQ.dpuf


- Maumere-Kaliwajo : 35 km (jalanan aspal)
- Kaliwajo- Pertigaan Loke : 12 km (jalan aspal, batu dan tanah)
- Pertigaan Loke - Desa Poma ( SD Inpres Detunaka) : sepeda motor 1 jam (jalan tanah dan batu)
- Desa Poma - Air Terjun Murusobe : trekking 30 menit - See more at: http://www.jelajahbumipapua.com/home.php?link=content-detail-tulis&kode=170&jdl=Murusobe..Air.Terjun.Terbalut.Kearifan.Lokal#sthash.s0GqgSwQ.dpuf


Jumat, 17 Januari 2014

Tanjung Kajuwulu



Tanjung Kajuwulu berada di pesisir utara Kabupaten Sikka. Terdiri atas pantai-pantai dan bukit-bukit padang rumput yang dipisahkan oleh jalan Trans Flores
Bukit-bukit padang rumput hijau
 di bulan Desember



 
Bukit dengan salib besar di puncaknya
Pada salah satu puncak bukitnya terpancang salib besar. Dari bawah terlihat seperti sebuah makam, tapi ukurannya jauh lebih besar daripada sebuah makam. Puncak bukit bersalib ini dapat dihampiri dengan mendaki beberapa ratus anak tangga. 





Bukit padang rumput
dan pantai berkarang di bulan Desember
Dari atas, pemandangan seluruh tanjung akan terlihat.Perpaduan warna air laut hijau tourqois, pantai berkarang, pantai berpasir putih dengan pohon-pohon asam, bakau, bunga gamal (sejenis turi) merah muda dan bunga-bunga ilalang coklat serta bukit-bukit kehijauan akan menjadi lukisan yang indah dipandang mata.



Pohon-pohon gamal meranggas di tepi
Tanjung Kajuwulu di bulan Agustus


Hutan bakau kecil dan sungai kering
di pantai berpasir di bulan Agustus
Yang mau berenang, silakan karena air lautnya yang bersih memang menggoda. Yang mau bersantai-santai di bawah pohon sambil cuci mata juga boleh. Apapun pilihannya, nyasar di sini harus dilindungi dengan sunblock!


Tertarik nyasar di Tanjung Kajuwulu dan menyusuri pantai-pantainya dan mendaki bukit bersalibnya?  Yuk...nyasar di Flores bersama kami.