Translate

Tampilkan postingan dengan label wisata bahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata bahari. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2014

SIMPLY KOMODO DRAGON TRIP





Yuk… nyasar di Flores
26 - 28 November [3H2M]
[jumlah peserta minimal 5 orang]
Rp. 2.400.000



 
26 November 2014 [termasuk makan siang dan malam]

  • penjemputan di bandara Komodo – Labuan Bajo.
  • check-in di Hotel Bintang Flores. Hotel ini memiliki taman dan kolam renang yang berada tidak jauh dari pantai menghadap ke arah perairan Taman Nasional Komodo yang indah.

27 November 2014 [termasuk makan pagi, siang dan malam]

  • Wisata bahari [naik kapal, island hopping, snorkeling] di Taman Nasional Komodo  :
  • Pink Beach.
  • trekking ringan di Pulau Rinca, salah satu habitat komodo.
  • Pulau Kelor [bila waktu masih ada].


28 November 2014 [termasuk makan pagi]

  • menikmati fasilitas hotel sampai tiba saatnya check-in di bandara Komodo.
  • pengantaran ke bandara.



Harga Rp 2.400.000,- / pax

Meliputi :

  • penjemputan dan pengantaran di dan ke bandara
  • kapal ke Taman Nasional Komodo
  • sewa angkutan di Labuan Bajo [pergi pulang ke pelabuhan dan makan malam]
  • penginapan
  • ranger di Pulau Rinca
  • makan sesuai itinerary
  • air putih selama wisata
  • tiket masuk Taman Nasional Komodo  
  • tip untuk awak kapal

Tidak termasuk :

  • tiket pesawat dari dan ke Labuan Bajo
  • sewa perlengkapan snorkeling 
  • laundry di penginapan



Pembayaran :

Tahap I Rp. 900.000,- paling lambat 10 September 2014

Tahap II Rp. 800.000,- paling lambat 10 Oktober 2014

Tahap III Rp. 700.000,- paling lambat 10 November 2014


Tertarik dan ada waktu? Silakan mendaftar.
Sudah pernah ke Taman Nasional Komodo dan mencari trip pendek lainnya? Kami juga membuat trip ke Kelimutu. 3 hari 2 malam. Informasi selengkapnya ada di  EXOTIC KELIMUTU CRATER
 
Atau memiliki waktu libur yang cukup panjang dan ingin menghabiskannya di Flores? Kami memiliki trip-trip lain  informasi selengkapnya ada di ALL ABOUT WEST PLUSALL ABOUT WEST, CULTURE RICHNESS, WEST INSIDE

Atau sudah sering mengunungi Flores dan mencari trip yang berbeda? Masih di bulan November, kami mengadakan trip ke Wae Rebo bertepatan dengan perayaan Penti di sana. Trip ini dirangkai dengan wisata bahari ke Taman Nasional Riung 17 pulau. Informasi selengkapnya ada di WAE REBO'S PENTI PLUS


Sabtu, 02 Agustus 2014

YUK...NYASAR DI FLORES




Akhir November 2014 

Pulau Flores terdiri atas beberapa kabupaten yang dihuni oleh 8 suku bangsa. Topografi Pulau Flores yang dipenuhi banyak gunung, bukit dan lembah membuat suatu wilayah sulit dijangkau dari daerah lainnya. Kondisi ini menciptakan keragaman budaya yang luas. Masing-masing suku bangsa memiliki tata masyarakat yang berbeda, tata ruang desa yang berbeda dan budaya yang berbeda juga. Selain itu, tiap wilayah diperkaya oleh keindahan alam yang berbeda juga. Perlu waktu yang cukup panjang untuk menelusuri dan menikmati keunikan dan keindahan semua wilayah di Pulau Flores. Tidak banyak orang Indonesia yang mendapatkan waktu cuti cukup panjang sehingga cukup waktu untuk menelusuri Pulau Flores dari ujung barat hingga ujung timur dalam sekali kunjungan. Karena itu, Yuk… nyasar di Flores membuat beberapa trip khusus untuk menelusuri Pulau Flores belahan barat pada akhir bulan November ini. Pembagian belahan barat dan belahan timur dibuat dengan patokan Kota Ende yang letaknya kira-kira di tengah-tengah Pulau Flores. Belahan barat terdiri atas 6 kabupaten dan dihuni oleh suku-suku Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Ende Lio.

Trip ALL ABOUTWEST dimulai dari Ende dan berakhir di Labuan Bajo selama 8 hari 7 malam. Termasuk di dalamnya adalah Trip EXOTIC KELIMUTU CRATER LAKE [3 hari 2 malam] dan Trip SIMPLY KOMODO DRAGON [3 hari 2 malam]. Kedua trip pendek ini bisa diikuti tersendiri, bila hanya mempunya waktu berlibur pendek. Sebaliknya, bila sudah pernah melakukan salah satu atau kedua trip pendek ini dan tidak ingin mengulanginya, ada pilihan trip CULTURE RICHNESS [7 hari 6 malam, tanpa Kelimutu] dan trip WEST INSIDE [6 hari 5 malam, tanpa Kelimutu dan Komodo]. Bagi peminat wisata khusus trekking dan camping, ada trip ALL ABOUT WEST PLUS  dengan tambahan 2 hari ke Gunung Mbeliling di wilayah Manggarai Barat. 

Punya waktu di akhir November 2014 dan berminat ke Flores?  Yuk… nyasar di Flores
Silakan pilih trip yang sesuai sesuai dengan waktu Anda.


ALL ABOUT WEST   21-28 November 2014  - Rp. 6.500.000,-

ALL ABOUT WEST PLUS    21 – 30 November 2014  -  Rp. 8.000.000,-

EXOTIC KELIMUTUCRATER LAKE   21- 23 November 2014 – 1.900.000,-

CULTURE RICHNESS   21 – 27 November 2014 – Rp.  5.100.000,-

WEST INSIDE   22-27 November 2014  - Rp. 4.300.000,-

SIMPLY KOMODO DRAGON    26 – 28 November 2014   -  Rp. 2.400.000,-

Semua harga yang tercantum adalah harga GROUND TOUR. Untuk informasi lengkap tiap trip, silakan klik trip di  atas  atau hubungi 


Sudah sering mengunungi Flores dan mencari trip yang berbeda? Masih di bulan November, kami mengadakan trip ke Wae Rebo bertepatan dengan perayaan Penti di sana. Trip ini dirangkai dengan wisata bahari ke Taman Nasional Riung 17 pulau. Informasi selengkapnya ada di WAE REBO'S PENTI PLUS

Minggu, 16 Februari 2014

Pantai merah yang tidak merah, pink beach yang tidak pink


Seiring dengan masuknya Taman Nasional Komodo dalam daftar 7 wonders of nature, makin banyak orang yang mengunjunginya. Jaman sekarang sudah biasa orang mencari informasi tempat tujuan wisata sebelum mengunjunginya. Internet menjadi media favorit untuk mencari informasi. Hampir semua situs yang menulis tentang TN Nasional, pasti mencantumkan Pantai Merah atau Pink Beach di dalamnya berikut foto-fotonya. Sebagian besar foto menggambarkan pasir yang berwarna merah atau pink. Percayalah....itu semua hasil editing! Kalau mau tahu seperti apa aslinya, lihatlah foto di halaman ini. Warna pasir di pantai ini tidak seperti warna baju Minnie Mouse. Memang dari kejauhan warnanya tidak putih bersih, tapi warna merahnya juga tidak menyolok. Apalagi jika dilihat dari dekat. Hampir tidak ada bedanya dengan pantai-pantai berpasir lainnya di Indonesia.

Lalu apa istimewanya? Apakah Pantai Merah atau Pink Beach ini masih menarik dikunjungi? MASIH! Karena Pantai Merah memang indah. Pink Beach berada di Pulau Komodo, 30 menit dengan perahu dari dermaga Loh Liang, tempat merapat kapal jika ingin melakukan trekking di Pulau Komodo. Pantai Merah merupakan pantai yang landai yang berhadapan dengan laut dangkal yang lumayan jauh dari pantai. Di laut dangkal ini terdapat taman laut yang indah. Airnya sangat jernih. Karena itu kapal tidak dapat merapat di pantai ini. Juga tidak boleh memasang jangkar karena akan merusak taman laut.  Ini adalah salah satu keistimewaan Pantai Merah. Artinya, bila kapal sudah berada perairan Pantai Merah, penumpangnya harus snorkeling! Nikmatilah keindahan surga bawah lautnya. Berenanglah sampai ke tepi pantai.

Keistimewaan kedua akan terlihat bila sudah tiba di pantai. Ambil segenggam pasirnya dan amati butirannya. Butir-butir pasir kasar berwana putih bercampur dengan remukan koral keras berwarna merah. Koral keras merah remuk inilah yang membuat warna pasir di Pantai Merah sedikit berbeda dibanding pasir di pantai-pantai di Indonesia lainnya. Dilihat dari jarak dekat memang hampir tidak ada bedanya. Tapi dilihat dari jarak sangat dekat sangat berbeda.

Sebetulnya pasir putih kasar yang bercampur dengan remukan koral keras  merah ini bukan hanya ada di Pantai Merah. Ada beberapa pantai di Taman Nasional Komodo yang memiliki pasir seperti ini. Namun jumlah remukan koral keras merahnya tidak sebanyak di Pantai Merah.

Bila sudah berada di pantai ini, berendamlah di air laut sambil meluluri tubuh dengan butir-butir pasir kasarnya dan nikmati sapuan gelombang kecil air lautnya. Spa alami.

Jadi apa yang akan dibawa untuk oleh-oleh bagi keluarga atau kerabat yang tidak ikut ke Pantai Merah? Bukan pasirnya, karena ini juga merupakan bagian yang dilindungi oleh Taman Nasional. Bukan foto pantai berwarna merah, karena pasti warnanya harus diedit dulu. Tapi foto bawah lautnya. Karena itu bawalah kamera bawah laut. Juga ceritanya.

Tertarik nyasar di Pantai Merah dan tempat-tempat eksotik lainnya di Taman Nasional Komodo? Yuk...nyasar di Flores bersama kami.


Kamis, 13 Februari 2014

Penjelajahan alam di Flores nyaris tanpa ujung!

Flores memiliki bentang alam yang unik, bervariasi dan nyaris masih perawan. Keunikannya terbentuk dari topografi daratannya yang berupa deretan rapat gunung-gunung, lembah-lembah, bukit-bukit dan pantai-pantai. Dalam bentang sekitar 400 km, Flores dipenuhi oleh hujan-hutan hujan tropis, hutan-hutan bakau, hutan-hutan bambu, dan padang-padang rumput. Di antara hutan-hutan itulah penduduk tinggal menyatu dengan lingkungannya dan menjaga keperawanannya dengan kearifan lokal masing-masing.

Sulitnya perjalanan antara satu tempat dengan tempat lainnya membuat penjelajahan alam Flores  bagaikan perjalanan tanpa ujung. Perlu waktu yang panjang untuk menjelajahi Flores. Karena itu tidak cukup 3-4 hari dan tidak cukup satu kali untuk menjelajahinya.

Berikut ini beberapa pengalaman peserta Yuk nyasar di Flores dalam menjelajahi Flores.



Trekking menembus hutan hujan tropis, semak belukar dan padang rumput di Deturia. Berujung pada ketenangan permukaan air  Danau Tiwu Sora yang dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat tinggal nenek moyang mereka yang menjelma menjadi belut raksasa.







Menyeberangi parit irigasi, menempuh jalan setapak yang sedikit menanjak dan melintasi padang penggembalaan yang luas di Waturaka. Berujung pada pesona bentangan pelangi setangah lingkaran di bawah curahan air terjun Murukeba.








 




Mendaki padang rumput di bawah terik sinar matahari di Pulau Rinca. Berujung pada keindahan laut di salah satu teluk dengan panorama indah.



Memilih satu di antara puluhan bahkan ratusan kain tenun ikat indah di Pasar Alok Maumere. Berujung pada sehelai penutup tempat tidur bermotif rumit nan memesona.



Perjalanan mendaki menuju Patung Maria Bunda Segala Bangsa di Nilo, Sikka. Berujung pada kesegaran baru bagi jiwa yang dahaga.




 


Melongok melalui celah sempit di Gua Batu Cermin, Manggarai Barat. Berujung pada keindahan ukiran alam yang terbentuk oleh stalagtit dan stalagmit.



Berburu obyek foto dari sudut, pencahayaan dan pengaturan kamera. Berujung pada kepuasan melihat hasilnya, membaginya di media sosial atau menjualnya kepada yang menghargainya.







Duduk manis di kapal menikmati ayunan ombak sambil sekali-sekali dikejutkan oleh lompatan lumba-lumba. Berujung di pantai berpasir dan laut dangkal penuh koral dan ikan di Taman Nasional Komodo



Pendakian yang menguras tenaga melalui perkebunan rakyat, hutan, bukit, lembah dan sungai di Manggarai. Berujung pada keindahan alam dan kesejukan Waerebo, keagungan rumah-rumah adatnya serta keramahtamahan penduduknya.








Melompati batu-batu dan sekali-sekali membiarkan kaki dibasahi oleh genangan air di Taman Nasional Ranamese. Berujung pada kesegaran curahan air terjun Cunca Kantor Ranamese.










 


Penjelajahan tak akan berhenti hanya karena rusaknya sol sepatu. Hanya berakhir saat ujung yang  tersembunyi itu tercapai.








Tertarik untuk menjelajahi alam Flores yang masih perawan dan menemukan hal-hal unik di ujung-ujung pelosoknya?  Yuk...nyasar di Flores bersama kami. 






Selasa, 21 Januari 2014

Bentuk topografis Pulau Flores




Flores memiliki bentuk topografis unik yang dibentuk oleh deretan bukit-bukit, gunung-gunung dan lembah-lembah yang rapat. Puncak-puncak gunung umumnya menyerupai prisma-prisma bersudut dan berujung tajam dengan garis-garis lereng tegas yang dipenuhi bukit-bukit yang juga berbentuk sama. Deretan gunung, bukit dan lembah ini memenuhi pulau dan terlihat seperti kulit iguana. Saat terkena sinar matahari, setiap bagian memantulkan cahaya dengan sudut pantul berbeda sehingga menghasilkan pemandangan penuh gradasi warna. 

Keunikan itu sudah terlihat sejak sebelum menginjakkan kaki di Flores. Bila Anda datang dengan pesawat terbang, jangan sampai  kehilangan kesempatan melihat lekuk-lekuk bukit dan gunung bersudut dan berpuncak tajam dan lembah dengan degradasi warna yang indah karena perbedaan  pantulan cahaya matahari. 
Begitu juga bila datang dengan kapal laut. Bukit-bukit dan gunung-gunung tampak jelas dari laut karena letaknya memang tidak jauh dari pantai. 

Saat menempuh perjalanan darat, keunikan ini membuat jalan-jalan antar kota berkelok-kelok, mendaki dan menurun di sangaaaaatt banyak tempat. Selain itu, banyak jalan antar kota yang diapit oleh pantai di satu sisi dan lereng bukit di sisi lainnya.

Tertarik nyasar di antara gunung-gunung, bukit-bukit dan lembah-lembah dan melihat keunikan dan keindahan bentuk topografis Pulau Flores?  Yuk...nyasar di Flores bersama kami. 


Jumat, 17 Januari 2014

Tanjung Kajuwulu



Tanjung Kajuwulu berada di pesisir utara Kabupaten Sikka. Terdiri atas pantai-pantai dan bukit-bukit padang rumput yang dipisahkan oleh jalan Trans Flores
Bukit-bukit padang rumput hijau
 di bulan Desember



 
Bukit dengan salib besar di puncaknya
Pada salah satu puncak bukitnya terpancang salib besar. Dari bawah terlihat seperti sebuah makam, tapi ukurannya jauh lebih besar daripada sebuah makam. Puncak bukit bersalib ini dapat dihampiri dengan mendaki beberapa ratus anak tangga. 





Bukit padang rumput
dan pantai berkarang di bulan Desember
Dari atas, pemandangan seluruh tanjung akan terlihat.Perpaduan warna air laut hijau tourqois, pantai berkarang, pantai berpasir putih dengan pohon-pohon asam, bakau, bunga gamal (sejenis turi) merah muda dan bunga-bunga ilalang coklat serta bukit-bukit kehijauan akan menjadi lukisan yang indah dipandang mata.



Pohon-pohon gamal meranggas di tepi
Tanjung Kajuwulu di bulan Agustus


Hutan bakau kecil dan sungai kering
di pantai berpasir di bulan Agustus
Yang mau berenang, silakan karena air lautnya yang bersih memang menggoda. Yang mau bersantai-santai di bawah pohon sambil cuci mata juga boleh. Apapun pilihannya, nyasar di sini harus dilindungi dengan sunblock!


Tertarik nyasar di Tanjung Kajuwulu dan menyusuri pantai-pantainya dan mendaki bukit bersalibnya?  Yuk...nyasar di Flores bersama kami. 


Selasa, 14 Januari 2014

Tiwu Bowu, danau air tawar




Ada "2 lapis" air. di bawah langit
Gunung dan bukit yang berada di pinggir laut merupakan hal biasa di Flores. Tetapi  danau air tawar  yang letaknya di pinggir laut mungkin hanya Tiwu Bowu satu-satunya.Pada foto di atas, terlihat ada "2 lapis" air. Di bawah langit biru ada lapisan air laut berwarna biru tua. Di bawahnya ada lapisan hutan bakau dan di bawahnya ada lapisan air danau. 

Tiwu dalam bahasa Lio berarti danau.Tiwu Bowu berada di semenanjung utara Kabupaten Ende. Lebih mudah dijangkau dari Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka daripada Kota Ende. Ada jalan aspal hotmix dari Maumere hingga Kota Baru, kota terdekat yang dapat ditempuh dengan mobil. Ada pemandangan bukit-bukit dan tepi laut di sepanjang jalan yang tidak membosankan. Setelah itu harus disambung berjalan kaki hingga tepi danau.

Meskipun berada tidak jauh dari pantai, Tiwu Bowu merupakan tempat yang sejuk dan segar karena banyak ditumbuhi pepohonan besar. Ada hutan, sawah dan perkampungan penduduk yang berada di sekitar danau.Sebagian penduduk ada yang bekerja sebagai nelayan. Bersantai di perahu sambil mengamati pemandangan di sekitar danau, mengeker  burung-burung di hutan dan diakhiri dengan menyantap olahan ikan yang baru ditangkap merupakan kegiatan menarik di tempat ini. Jangan lupa membawa binokular.



Tertarik nyasar di Tiwu Bowu dan merasakan nikmatnya masakan ikan yang baru ditangkap dari danau? Yuk...nyasar di Flores bersama kami.